
TL;DR
Buy one get one (BOGO) artinya beli satu produk, dapat satu lagi secara gratis. Pembeli membayar harga satu barang dan pulang membawa dua. Dari sisi penjual, promo ini lebih menguntungkan dibanding diskon 50% karena total pendapatan per transaksi tetap lebih tinggi. Variannya cukup beragam: ada buy 1 get 1, buy 1 get 2, hingga buy 2 get 1.
Kalau Anda pernah belanja di supermarket atau kafe lalu menemukan tulisan “Buy 1 Get 1” di papan promo, artinya sederhana: beli satu, dapat satu gratis. Istilah ini juga sering disingkat BOGO, dari kepanjangan Buy One Get One, atau dalam versi lengkapnya BOGOF yang berarti Buy One Get One Free.
Di Indonesia, promo buy one get one sudah sangat umum, mulai dari gerai kopi, toko pakaian, skincare, hingga bioskop. Tapi meski kelihatannya mudah dipahami, ada beberapa hal yang sering bikin pembeli salah kira, dan bagi penjual, salah menghitung margin bisa membuat promo ini jadi bumerang.
Arti Buy One Get One dan Cara Kerjanya
Buy one get one adalah strategi promosi di mana pembeli mendapatkan dua produk dengan hanya membayar harga satu. Produk kedua diberikan gratis, tanpa biaya tambahan. Jadi kalau harga satu kaos Rp100.000 dan sedang ada promo BOGO, Anda membayar Rp100.000 dan pulang dengan dua kaos.
Mekanismenya langsung dan mudah dipahami siapa pun. Ini salah satu alasan promo ini sangat efektif. Tidak perlu menghitung persentase atau memikirkan syarat rumit, cukup beli satu dan langsung dapat satu lagi. Riset yang dikutip berbagai pelaku bisnis menyebut sekitar 66% konsumen lebih menyukai promo BOGO dibanding jenis promo lain, termasuk diskon potongan harga.
BOGO vs Diskon 50%: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Banyak yang mengira BOGO dan diskon 50% itu sama, karena keduanya terasa seperti “bayar separuh harga.” Secara matematis bagi pembeli memang hampir setara, tapi bagi penjual, keduanya punya dampak yang sangat berbeda.
Ambil contoh sederhana. Anda menjual produk seharga Rp100.000 dengan harga pokok Rp30.000. Kalau memberikan diskon 50%, Anda menjual di Rp50.000 dan hanya mendapat untung Rp20.000 per transaksi. Dengan BOGO, Anda menjual dua produk seharga Rp100.000. Biaya pokok dua produk Rp60.000, sehingga untung Rp40.000 dalam satu transaksi. BOGO nyatanya bisa menghasilkan dua kali lipat keuntungan dibanding diskon 50% dalam banyak skenario.
Di sisi pembeli, perbedaannya ada di jumlah barang yang dibawa pulang. Diskon 50% lebih cocok kalau pembeli hanya butuh satu barang dan dananya terbatas. BOGO lebih menguntungkan kalau mereka memang akan memakai atau memberikan barang kedua kepada orang lain.
Baca juga: Aplikasi ERP: Fungsi, Jenis, dan Cara Memilih yang Tepat
Variasi Promo Buy One Get One yang Perlu Diketahui
Promo BOGO punya beberapa varian yang sering dipakai di dunia bisnis. Penting dipahami perbedaannya agar tidak salah kira saat melihat papan promo.
| Istilah | Artinya |
|---|---|
| Buy 1 Get 1 / BOGO | Beli 1, dapat 1 gratis (total 2 barang, bayar 1) |
| Buy 1 Get 2 | Beli 1, dapat 2 gratis (total 3 barang, bayar 1) |
| Buy 2 Get 1 | Beli 2, dapat 1 gratis (total 3 barang, bayar 2) |
| Buy 1 Get 1 50% | Beli 1 harga normal, produk kedua diskon 50% |
Yang perlu diperhatikan: “Buy 1 Get 1 50%” berbeda dari “Buy 1 Get 1 Free.” Pada varian ini, barang kedua tidak sepenuhnya gratis, melainkan hanya setengah harga. Banyak promo menggunakan frasa yang mirip, jadi selalu baca ketentuan secara cermat sebelum transaksi.
Ada juga modifikasi lain seperti promo BOGO yang produk gratisnya berbeda jenis, misalnya “beli satu produk lama, gratis satu produk baru.” Cara ini biasa dipakai penjual untuk memperkenalkan produk baru ke pasar tanpa harus mengandalkan iklan.
Mengapa Konsumen Selalu Tertarik pada Promo BOGO
Daya tarik BOGO bukan sekadar soal harga murah. Ada faktor psikologi yang bekerja di baliknya. Mendapatkan sesuatu “secara gratis” terasa berbeda dari sekadar membayar harga lebih rendah, meskipun nilai ekonomisnya hampir sama. Konsumen merasakan kepuasan lebih besar ketika merasa mendapat hadiah, bukan sekadar diskon.
Efek FOMO (Fear of Missing Out) juga berperan besar. Promo BOGO hampir selalu dibatasi waktu atau kuota, sehingga menciptakan urgensi. Ini mendorong keputusan beli yang lebih cepat dibanding promo diskon biasa yang tidak punya batas waktu. Menurut ekonom Alex Tabarrok, konsumen cenderung hanya membeli satu barang jika harganya dipotong, tetapi lebih mungkin membeli dua ketika produk kedua terasa “gratis.”
Baca juga: Resi Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Cek Resi
Kapan Promo Buy One Get One Tepat Dijalankan
Bagi pemilik bisnis, BOGO bukan promo yang bisa dijalankan sembarangan. Ada situasi di mana strategi ini bekerja sangat baik, dan ada kondisi di mana justru bisa merugikan.
Momen yang paling tepat untuk menerapkan BOGO antara lain ketika stok produk menumpuk dan perlu dihabiskan, saat memperkenalkan produk baru ke pasar, atau ketika angka penjualan sedang menurun dan butuh dorongan instan. Promo ini juga cocok dijalankan bersamaan dengan momen musiman seperti hari raya, harbolnas, atau ulang tahun toko.
Satu hal yang perlu dihitung lebih dulu sebelum menjalankan BOGO: pastikan harga jual satu produk sudah cukup menutup biaya dua produk plus biaya operasional. Kalau margin sangat tipis, BOGO bisa membuat kas merugi meski angka penjualan naik. Penjual yang menaikkan harga sedikit sebelum menjalankan BOGO bukan hal yang tidak lazim, tapi perlu dilakukan dengan jujur agar tidak mengecewakan pelanggan yang membandingkan harga.
Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli di Promo BOGO
Dari sisi pembeli, promo BOGO memang terlihat menguntungkan. Tapi ada beberapa hal yang layak dicek agar tidak kecewa setelah transaksi.
Pertama, periksa apakah harga per unit memang normal. Ada penjual yang menaikkan harga produk pertama sebelum menjalankan promo, sehingga “gratis satu” sebenarnya sudah tercermin dalam harga yang lebih tinggi. Kedua, perhatikan apakah produk gratis itu identik dengan yang dibeli atau berbeda jenis dan ukurannya, karena beberapa promo hanya berlaku untuk varian tertentu. Ketiga, untuk produk makanan atau kosmetik, cek tanggal kedaluarsa, terutama kalau produknya tidak akan langsung habis dipakai.
Promo buy one get one bekerja paling baik ketika dijalankan dengan perhitungan yang tepat. Bagi pembeli, ini salah satu cara paling mudah untuk menghemat pengeluaran harian. Bagi penjual, ini alat yang ampuh untuk menghabiskan stok, menaikkan volume transaksi, dan mengenalkan produk baru, asalkan margin sudah dihitung sebelum promo diumumkan, bukan sesudahnya.

